Rabu, 05 April 2017

Pulau Santen.. Satu Lagi Wisata Anyar Di Banyuwangi

Halo semua... setelah lamaaaaa banget saya ga nge blog, akhirnya saya bisa nge blog hari ini. Kendalanya tentu saja karena kesibukan saya mengurus putra putri saya yang sedang aktiv-aktivnya. Kesepakatan saya dan suami untuk tidak menggunakan ART lagi menjadikan saya harus lebih fokus lagi mengurus keluarga. Ya.. beberapa waktu lalu memang ada ART di rumah, tapi saya merasa pekerjaan tetap saja tidak selesai dengan adanya ART, ditambah lagi saya harus memikirkan cara mengajarkan ini itu tentang rumah kepada ART. Bukannya berkurang, malah nambah kerjaan saya 😩😩. Fatalnya adalah ketika banyak baju-baju yang warnanya pudar separo karena ditaruh di tempat panas pake banget sama ART saya. 😣😣😣
Akhirnya kami memutuskan untuk tidak pakai ART lagi.
Okeh, cukup curcol soal ART nya,  balik lagi ke topiknya, yaitu tentang Wisata Alam Pulau Santen di Banyuwangi. Sabtu kemarin saya ikut mengantar Afat untuk acara belajar di alam terbuka yang diadakan sekolahnya. Kebetulan acaranya di Pulau Santen. Sebenarnya sejak gema wisata Pulau Santen ini membahana ke seantero Banyuwangi, saya tidak berminat sedikitpun untuk kesana. Alasannya adalah dalam bayangan saya letaknya agak nyelempit. Agak susah jika menggunakan mobil untuk menjangkaunya,terutama untuk sopir baru seperti saya, yang maksain harus bisa nyetir biar bisa bawa krucil-krucil kemana-mana. Tapi karena acara sekolahnya Afat, saya mau gak mau harus kesana.


Panas.. berteduh dulu sambil foto-foto 

Afat dan Teman Satu Kelasnya

Pulau Santen adalah wisata pantai yang terletak di desa Karangharjo, Banyuwangi. Jaraknya tiga kilometer dari jantung kota Banyuwangi. Sekitar 10-15 menit perjalanan saja menuju arah stasiun lama Banyuwangi. Dinamakan Pulau Santen karena di pantai ini banyak ditumbuhi pohon yang disebut pohon santen oleh masyarakat sekitar. Wisata ini adalah tempat wisata syariah, artinya hanya pengunjung wanita saja yang boleh datang ke pantai, bagi pengunjung pria, kecuali anak-anak tidak diperbolehkan masuk ke pantai, tapi boleh berjalan-jalan di kampung nelayan yang ada di sekitar pantai.  Jalan menuju kesana seperti perkiraan saya memang agak sempit, tapi sudah beraspal bagus. Hanya saat ada dua mobil bersalipan, keduanya harus sama-sama rela menjatuhkan satu sisi ban dari aspal agar bisa berjalan dengan lancar. Dalam perjalanan menuju Pulau Santen kita bisa mampir sebentar di Klenteng Hoong Tong Bio. Klenteng ini memiliki banyak sudut yang indah untuk berfoto-foto.

Saat saya sampai di Pulau Santen, saya harus memarkirkan mobil di kantong parkir yang disediakan, lalu berjalan untuk menuju pantai. Kita juga harus melewati jembatan kayu yang membelah mangrove untuk menyeberang agar sampai di pantai.
Sesampainya di pantai, kita disuguhi jajaran payung warna warni dengan kursi warna warni juga yang katanya mirip La Planca Bali, saya sendiri belum tau seperti apa La Planca Bali, tapi bagi saya, jajaran warna-warna itu memberi daya tarik tersendiri.

Afat lagi pura-pura tidur πŸ˜‚

Pantainya berpasir hitam, dengan ombak yang tenang, dari pantai kita bisa langsung melihat Pulau Bali di seberang. Kita bisa bersantai sambil duduk di bawah payung untuk melihat keindahan pantainya. Sewa payungnya tidaklah mahal, hanya sepuluh ribu rupiah untuk satu jam nya. Ini yang paling murah yang saya tau selama ini. Jika lapar, banyak sekali warung yang berjajar di kampung nelayan, yang siap mengisi perut.
Sambil menunggu Afat selesai mengikuti acara, saya duduk bersantai di bawah payung bersama adeknya, berfoto dan menikmati pemandangan pantai yang indah. Banyuwangi memang indah...

Adek lagi santai.. 

Rabu, 08 Februari 2017

Martabak Manis... Akhirnya Engkau Bisa Kutaklukan

Yang namanya martabak manis adalah jajanan paling favorit di keluarga saya. Rasanya kalau cuma beli satu porsi yang super sekalipun masih kurang buat kita sekeluarga. πŸ˜…

Sudah lama saya menjajal barisan resep martabak manis yang sudah saya save dan saya list di notes saya.  Tapi semua eksekusi berakhir zonk.  Mulai dari martabak terlalu lembek, martabak bantat dan keduanya pasti diiringi dengan gosongnya kulit martabak yang saya buat. 
Di resep tertulis martabak tetap bisa dibuat walau tanpa loyang khusus martabak, tapi ketika saya mengeksekusinya, selalu gosong.  Sampai akhirnya tadi pagi saya iseng buka cookpad dan nyari resep martabak manis.  Saya cari yang fotonya mirip sama martabak yang biasa saya beli. Satu demi satu deretan resep saya lihat, dan saya tertarik mencoba resep dari Mbak Sufi Ani Rufaida.  Dalam resepnya dituliskan martabak manis coklat dan yang digunakan adalah susu kental manis coklat. Berhubung saya punyanya susu kental manis putih, jadi saya bikin martabak manis yang biasa aja.  Lagipula saya lebih suka martabak manis yang original ini, dari segi rasa maupun warna. 
Dan resep ini membawa saya pada keberhasilan menaklukan si manis legit ini. πŸ˜†
Kuncinya adalah jumlah cairan harus sesuai, tidak boleh terlalu banyak atau sedikit.  Terlalu banyak akan menjadikan martabak lembek, terlalu sedikit akan menjadikan martabak keras dan bantat.  
Agar martabak tidak gosong kita harus menggunakan api yang keciiillllll... Panaskan teflon terlebih dahulu dan kecilkan api agar panasnya stabil, menunggu stabilnya bisa sampai sepuluh menit.  Jadi harus sabar.  πŸ˜
akhirnya bisa cantik martabak manisnya πŸ˜†

Tertarik dengan resepnya, okeh bisa langsung cekidot dibawah ini.. 

Martabak Manis 
( Resep diadaptasi dari Cookpad.com Resep Martabak Manis Cokelat oleh Sufi Ani Rufaida ) 

Bahan-bahan:
10 sdm terigu
3sdm susu kental manis putih ditambah air hingga menjadi 300ml
1 btr telur
1/2 sdt baking powder double action
1/2 sdt soda kue
3 sdm gula pasir
1/2 sdt garam

Bahan Toping: 
3 sdm gula pasir
3 sdm blue band
meises
keju parut
susu kental manis


Cara Membuat:
Campur terigu, baking powder, garam, gula pasir, susu kental manis dan telur lalu aduk rata.  Saya mengaduknya dengan pengaduk yang biasa dipakai di mixer. Tapi jika tidak ada bisa memakai garpu.  Pastikan adonan diaduk hingga mulus dan tidak bergerindil. 

Diamkan adonan minimal 30 menit.  Saya mendiamkannya selama satu jam. 

Panaskan teflon dengan api sedang, ketika sudah panas kecilkan api hingga paling kecil dan tunggu sampai sepuluh menit hingga panasnya stabil.

Sementara menunggu panas teflon stabil, masukkan soda kue ke dalam adonan dan aduk dengan cepat. 

Tuangkan adonan sesuai selera ke dalam teflon.  Saya membaginya menjadi lima buah adonan martabak dengan ukuran teflon duapuluhcentimeter. Jadi martabaknya ga terlalu tebal juga ga terlalu tipis. Gerakkan teflon secara melingkar agar terbentuk pinggirnya yang crispy. 
Tunggu hingga adonan berlubang-lubang, dan jangan ditutup sebelum lubang-lubangnya banyak.  
Setelah adonan berlubang-lubang dan setengah matang, taburkan gula pasir secukupnya. Lalu tutup teflon dan tunggu hingga adonan matang. 

Setelah matang,angkat martabak,olesi martabak dengan blue band dan berikan toping sesuai selera.  Saya menaburkan meises terlebih dulu, lalu keju dan terakhir susu kental manis di atasnya. 

Belah martabak menjadi dua, lalu tangkupkan, olesi kulit martabak dengan blueband dan potong-potong martabak sesuai selera. Yummy... πŸ˜‹πŸ˜‹






Selasa, 07 Februari 2017

Kriuknya Kulit Goreng Tepung Homemade

Anak sulung saya,  Afat,  suka makan di KF*, tapi bukannya ayamnya yang dimakan, tapi tepung sama kulitnya ajah.  Dagingnya?? Jangan ditanya.. ditaruh gitu aja di piring saya atau piring ayahnya.. πŸ˜…
Jadi makan kulit ayam KF* bukan ayamnya.  
Alhasil, saya jadi jarang ajak dia kesana. Tapi sebagai gantinya saya buatkan kulit goreng tepung ini.  Resepnya terinspirasi dari Resep Jamur Kriuk ala mbak Diah Didi. Resepnya gampang dan cepat dibuat, maklum ya.. saya emak beranak dua, jadi resepnya yang mudah dan cepat😁
Wokeh.. langsung cekidot resepnya.. 

Kulit Goreng Tepung 

Bahan:
250gr kulit ayam
150gr tepung protein tinggi 
2sdt kaldu bubuk
1sdt baking powder double action
air dingin secukupnya

Cara membuat:
buat adonan tepung dulu, campur tepung, kaldu bubuk, dan baking powder dalam satu wadah. 
Lalu bagi adonan jadi dua,  dan taruh masing-masing dalam mangkuk. 
Masukkan air dalam salah satu mangkuk,  aduk hingga terbentuk adonan yang kental agak encer. 
Siapkan kulit ayam, cuci bersih, lalu potong sesuai selera. 
Siapkan minyak agak banyak, masukkan dalam wajan, panaskan dengan api sedang, jika minyak sudah panas kecilkan api dan tunggu hingga panasnya stabil. 
Cara mengecek minyak sudah siap untuk menggoreng adalah masukkan sedikit adonan pada minyak, jika adonan mengambang dengan segera maka minyak sudah siap digunakan. Setelah minyak siap, maka lumuri kulit dengan adonan basah, lalu gulingkan pada tepung yang kering. Setelah itu goreng hingga matang.


Kulit goreng tepung siap dihidangkan. Bisa langsung dimakan dengan saos atau dipakai lauk, dua-duanya sama-sama endess...  

Minggu, 05 Februari 2017

Soto Ayam Lamongan Endesss

Halo... lama banget saya ga nulis di blog ini..seminggu an kek nya.. hihihi.. 
Badan lagi sakit semua..  jadi kemarin disuruh istirahat sama Pak Bos.. disuruh bekam juga.  Dan sekarang alhamdulillah udah baikan.. 😊

Ok.. hari ini saya mau nulis resep soto Lamongan yang endess ala mbak Diah Didi..  Sebenarnya Mbak Diah Didi punya banyak resep soto yang endess - endess
tapi saya lagi pengen bikin soto Lamongan ini.  Kebetulan kemarin dikasih ayam kampung 1/4kg dari tetangga ku,  dia lagi motong ayam dan saya dikasih, langsung kepikiran dibuat soto aja yang gampang dan seger... 

Soto Lamongan
sumber: http://www.diahdidi.com/2012/12/soto-lamongan.html?m=1

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
1/2 ekor ayam kampung 
1.250 ml air 
2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan 
4 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya
1 sendok makan garam 
1 sendok teh gula pasir 
2 sendok makan minyak untuk menumis 

Bumbu Halus:
6 butir bawang merah 
3 siung bawang putih 
1 cm jahe 
1 cm kunyit, dibakar
2 butir kemiri, disangrai

Pelengkap:
25 gram soun, diseduh, ditiriskan
2 tangkai seledri, diiris halus
1 buah tomat, dipotong-potong
2 butir telur rebus 
2 sendok makan bawang merah goreng 
50 gram taoge 
50 gram kol, diiris tipis

Bahan Sambal:
10 buah cabai rawit 
4 buah cabai merah 
3 siung bawang putih 
1/4 sendok teh garam 


Cara Pengolahan :
Rebus air dan ayam kampung sampai mendidih. Saring air kaldunya dan didihkan lagi dengan ayamnya.
Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk sampai harum. 
Tuang ke rebusan ayam. Tambahkan garam dan gula pasir. Masak sampai matang.Angkat ayam. 
Goreng ayam sampai kecokelatan. Suwir-suwir. Sisihkan.
Sambal: rebus cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih sampai layu. Angkat. Tambahkan garam. Haluskan.
Sajikan kuah soto dengan ayam suwir, pelengkap, dan sambal.


Karena saya cuma punya 1/4 kg ayam kampung,  jadi ayam kampung itu saya rebus untuk diambil kaldunya.  Saya merebusnya pakai presto biar ayamnya juga ikut empuk. 
Karena juga kalau cuma 1/4kg itu bisa habis dimakan Pak Bos sendirian, maka saya tambahin ayam potong biasa sebanyak 1kg. Tapi saya rebus di panci yang berbeda dan kuahnya ga saya campur, jadi cuma saya ambil ayamnya aja buat dimasukkan ke kaldu ayam kampung tadi. Soalnya kalau mau beli ayam kampung harus ke pasar,lumayan jauh dari rumah, kalau sendirian sih gak pa pa, ini bawa buntut dua, jadi kasian juga kalau diajak ke pasar, apalagi jarak parkiran mobil di pasar yang lumayan jauh dari pasarnya. 
Tapi meskipun dicampur ayam potong rasanya tetep endess... πŸ˜†





Rabu, 25 Januari 2017

Uhuyyyy... Udang Ga Nempel - Nempel Lagi Pas Mau DimasakπŸ˜†

Halo..  Selamat siang semua.... Kali ini saya mau bahas tentang Udang... Lebih tepatnya cara nyimpen udang biar ga nempel-nempel pas disimpan di freezer.
Saya ini sering banget ngomel-ngomel sendiri kalau pas mau masak udang yang baru dikeluarin dari freezer eh ternyata si udang nempel satu sama lain. Harusnya ditungguin sampai udangnya bisa dipisahin. Padahal kalau lagi buru-buru masak kan kelamaan nunggu nya... πŸ˜–
Akhirnya pakai jalan pintas yaitu udangnya disiram air trus ditarik-tarik paksa, kadang bentuknya ga utuh lagi, ga cantik kalau dimasak...

Tapi itu dulu...  Sekarang saya punya trik biar ini udang bisa dimasak kapan saja tanpa kesulitan. Caranya dengan membekukan udang dengan menatanya secara rapi di nampan tanpa saling bersentuhan satu sama lain. Ide ini saya dapatkan ketika saya menata nugget di atas nampan untuk saya bekukan.  saya berpikir kenapa tidak saya lakukan hal yang sama pada udang sehingga saya ga repot misahin lagi pas waktu mau masak. πŸ˜‰

Wokeh cekidot caranya... 
Pertama bersihkan udang dari kulit dan kotoran lalu cuci bersih dan tiriskan sampai benar-benar ga ada air menggenang.
Lalu siapkan nampan yang bisa kita masukkan ke dalam freezer kita masing-masing. Usahakan agar nampan kering Dan tidak ada air menggenang. Tujuannya agar saat dibekukan nanti air yang menggenang itu ga ikutan beku dan membuat udang tertutup air yang membeku.
Setelah nampan siap, tata udang di atas nampan satu per satu secara rapi dan tidak bersentuhan antara satu udang dengan udang lainnya.

Jika sudah penuh satu lapis maka lapisi atasnya dengan plastik dan tata udang di atas plastik sampai penuh lagi. Begitu seterusnya hingga udang habis.  
Setelah selesai menata, masukkan udang ke dalam freezer dan biarkan hingga membeku.  Setelah membeku keluarkan udang dari freezer dan ambil satu per satu lalu masukkan ke wadah lain. Setelah semua udang selesai diambil dan dimasukkan ke wadah, segera masukkan ke dalam freezer lagi.  Dan taraaa....  udang bisa kita masak kapanpun tanpa takut nempel-nempel lagi.  Sedikit repot tapi ini lebih menyenangkan jika dibandingkan tiap mau masak harus nunggu udang terpisah  πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Ayam Panggang Kemiri : Percayalah Ini Enakkk πŸ˜‹

Sarapan pagi ini adalah Ayam Panggang Kemiri...  Wenakkk pakai nasi anget - anget πŸ˜‹.  Saya bikinnya sudah dari kemarin, lalu dimasukkan kulkas. Nah pagi ini tinggal dipanggang di grill pan buat sarapan.


Saya pakai resep mbak Endang JTT  buat bikin ayam panggang ini.  Cekidot resepnya..

Ayam Panggang Kemiri
Resep hasil modifikasi sendiri

Bahan:
- 1 ekor ayam
- 180 ml santan kental instan
- 800 ml air 

Bumbu dihaluskan:
- 5 butir bawang putih
- 7 butir bawang merah
- 6 butir kemiri, sangrai
- 2 ruas kunyit
- 2 ruas jahe
- 2 ruas lengkuas, iris tipis
- 1 sendok makan ketumbar, sangrai
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya iris tipis 

Bumbu lainnya:
- 2 lembar daun pandan, simpul
- 4 lembar daun salam
- 1 1/2 sendok teh garam
- 1 1/2 sendok makan gula merah
- 3 sendok makan air asam jawa
- 1 sendok teh kaldu bubuk  

Sumber: http://www.justtryandtaste.com/2013/07/ayam-panggang-kemiri.html?m=1

Mau lihat resep lengkapnya lihat disini ya... 



Kalau di resep pakai ayam utuh, saya lebih suka pakai ayam yang sudah dipotong,biar lebih gampang makannya ga usah motong lagi pas udah mateng 😁



Langkah pertama bersihkan ayam dan potong-potong sesuai selera. Lalu siapkan bumbu. 

Saya menghaluskan bumbu dengan blender. Setelah bumbu dihaluskan langsung ditumis sampai setengah matang.  Masukkan daun salam dan daun pandan.


Tumis bumbu sampai matang dan harum.  Lalu masukkan ayam dan aduk dengan bumbu hingga merata. 


Lalu masukkan air dan santan kental. Juga gula, garam, kaldu bubuk dan air asam Jawa. 


Masak hingga matang dan air hampir habis. 


Lalu panggang pada grill pan


Balik-balik agar matang merata


Ayam panggang kemiri siap dihidangkan.... Wenakkk... πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹








Senin, 23 Januari 2017

Bakso Beranak Andre Banyuwangi

Ceritanya satu rumah pada pengen makan yang anget-anget karena lagi pada masuk angin semua 😷.  Terus Si Ayah ngajakin makan bakso aja.  Afat maunya mie ayam,  Ibunya mah ngikut aja😁. 
Akhirnya diputuskan beli bakso aja di Bakso Andre. Bakso Andre ini udah langganan kita dari pertama pindah ke Banyuwangi. Sebenernya ini adalah cabang Bakso Andre yang ada di perliman Banyuwangi. Cuma kalau makan di perliman itu rame pakai banget, parkirnya juga susyah. Makanya kita lebih suka beli yang di langganan kita,rasanya sama saja. πŸ˜€


Bakso ini terletak di Jalan Dr. Soetomo no. 54 Banyuwangi , berhadap-hadapan dengan kantor Pertanahan Banyuwangi. Warungnya ga terlalu besar, lumayan nyaman. Warung ini ga cuma jual bakso aja tapi juga ada menu nasi nya.  Cuma saya belum pernah coba menu nasinya. 
Ibu yang punya warung 

Menu Bakso nya dulu sih cuma bakso biasa, yaitu bakso kecil ditambah pentol tahu. Kalau pengen pakai tangkar disitu juga disediakan.

Tapi sekarang sudah ada berbagai macam bakso. Mulai bakso biasa sampai yang beranak. Penasaran kan apa itu bakso beranak?? Bakso beranak itu bakso jumbo yang diisi pentol bakso kecil-kecil dan satu buah telur ayam di bagian tengah.

Bakso Beranak pas masih utuh 

Bakso Beranak udah diiris


Keliatan kan anak baksonya 😁
Dari banyak menu bakso yang disediakan saya baru Coba tiga menu saja.. Bakso biasa, bakso hamil tiga bulan, dan bakso beranak. 

Soal rasa saya lebih suka bakso biasa dan bakso hamil tiga bulan, dibanding bakso beranak. Cuma waktu itu lagi hits banget di Banyuwangi jadi saya ikutan beli bakso beranak. πŸ˜‚πŸ˜‚

Harganya... Untuk bakso biasa cukup dengan 10rb rupiah saja sudah bisa dinikmati, kalau untuk bakso hamil tiga bulan dibanderol dengan harga 55rb, bakso beranak juga 55rb. 

Akhirnya pas makan tadi kita pesen bakso hamil tiga bulan.  Dimakan berdua, saya dan ayahnya Afat.  Saya 1/4 potong, ayahnya 3/4 potong. Si Adek cuma mau beberapa suap aja.  Nah, kakaknya yang tadi pengen mie ayam dipesenin mie ayam di sebelahnya warung bakso Andre ini tapi makannya tetep bareng di Warung Bakso. 

Setelah selesai makan waktunya bendahara rumah bayar, hihihi...  Makan bakso hamil tiga bulan satu buah, ditambah pangsit lima biji, dan jeruk hangat tiga buah total harganya 69rb ajah...  Makan murah dan wenak... 
Mie ayamnya Afat harganya 10rb... Rasanya juga enak dan isinya lengkap ada pangsitnya juga.
Sayang tadi ga kefoto semua makanannya keburu dimakan sama yang punya, udah laper  katanya.. Hihihi... 



Minggu, 22 Januari 2017

Plastisin Terigu: Mudah, Murah,Aman

"Yeayy... Main Plastisin.. πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ" kata Afat sore itu...
Sudah lama anak sulung saya ini ingin punya play doh yang dijual bebas, tapi saya masih belum membelikannya.  Alasannya karena kalau dia main plastisin pasti adeknya juga ikutan.  Nah adeknya lagi seneng banget masukkin apa-apa ke dalam mulut, jadi serem kalau ngebayangin plastisin di makan sama adek 😨


Sampai sekitar beberapa saat yang lalu saat saya menemani Afat belajar ada petunjuk untuk membuat plastisin dari terigu di buku pelajarannya. Saya tertarik untuk membacanya lebih detail. Selama ini saya baca-baca resep plastisin terigu harus selalu dimasak tapi di buku Afat ini beda. Hanya disuruh cemplang cemplung bahan dan walaa jadi deh plastisin.  Mudah Dan ga makan banyak waktuπŸ˜„.Okeh saya berencana eksekusi resep plastisin ini suatu saat nanti.
Diambil dari buku PR PENGALAMANKU Tema 5 untuk kelas 1 SD/MI halaman 70 karya Erni Fitri Astuti dkk terbitan Intan Pariwara


Nah pas hari Sabtu sore hujan turun deres banget, Afat yang berencana mau main sepeda harus mengurungkan niatnya. Akhirnya dia cuma nonton tv aja... Bosennn....
Akhirnya saya buka lagi buku pelajarannya Afat tentang resep plastisin itu.  Bahan-bahannya semua tersedia di dapur.  Jadi bukan hal yang sulit untuk membuatnya.

Berikut saya tuliskan resepnya jika gambar di atas kurang jelas dilihat..

Bahan-bahan:
200gr tepung terigu
100gr garam
2sdm minyak goreng
air hangat secukupnya (saya memakai 3/4 gelas belimbing)
pewarna makanan

Alat:
Baskom untuk wadah

Cara membuat:
Dimulai dari menimbang garam, lalu dicampur air hangat, setelah garam larut masukkan pewarna makanan sesuai keinginan.  Saya memakai warna biru, merah, orange dan warna campuran dari biru dan orange.
Setelah pewarna tercampur rata tambahkan minyak dan masukkan terigu.  Jika masih terlalu lembek masukkan terigu lagi sampai dicapai tekstur yang diinginkan. Dan walaa...  Plastisin terigu siap dipakai. πŸ˜†

Tekstur nya sama banget kaya plastisin yang dijual bebas. Cuma karena ini semua bahannya alami dan bisa dimakan, jadi aman jika ga sengaja dimakan sama adek. 
Dari sekilo terigu saya bisa buat plastisin dengan empat warna dengan berat masing-masing sekitar 200 gram. Sudah mudah, murah lagi, Hehehe... 

Adek seneng banget πŸ˜†


Akhirnya sore itu Afat dan adeknya main plastisin sampai waktunya mandi sore. Main di kasur, diusap-usap kasurnya pakai plastisin. πŸ˜…

Bikin pake cetakan pastel emaknya πŸ˜…

Asyik banget mainnya 😁

Segala cookie cutter turun  buat bikin aneka bentuk. Cetakan donat sama pastel juga ikut turun.  Ga pa pa lah... Yang penting seneng semua... Ga boring pas hujan turun πŸ˜πŸ™Œ


Sabtu, 21 Januari 2017

Akhirnya Beli Si Presto... πŸ˜„

Yup... Sesuai judul di atas kali ini kita akan bahas masalah presto πŸ˜‰

Awalnya saya ga tertarik sama sekali untuk beli presto alasannya karena suami ga suka makanan yg di presto karena bumbunya kurang meresap katanya.
Tapi pas pulang mudik ke Madiun kemarin saya iseng nyobain masak pakai panci presto ibu saya, merk Maxim yang 7 liter kayaknya.  Itu panci sudah ada mulai jaman dulu, udah 8 tahunan kalau ndak salah,  tapi bentuknya masih sama ga berubah.  Panci ini bahannya aluminium tebel banget, belum diisi aja udah berat 😰
Tiap hari selama dua minggu saya pakai ni panci, buat mempresto ikan, ayam, daging. Kelamaan nyoba saya kok jatuh cinta sama ini panci. Masak jadi ga terlalu lama dan rasa bumbu juga ga berubah kok,  sama enaknya kalau pas saya masak ga pakai presto ( masakan sendiri dipuji sendiri.. 😁)
Alhasil saya akhirnya memutuskan mau hunting panci presto.

Pertama hunting liat-liat di internet.. Awalnya tertarik banget sama punya Oxone yang presto professional, cuma kok mehong ya.. Sampai berjuta juta harganya...
Okeh.. Cari lagi.. Ada merk Airluxe, Vicenza, dan Maxim.
Tertarik sama yang Maxim secara udah liat punya ibu awet banget panci nya.  Terus Presto Maxim ini bisa dipakai buat kukusan juga karena disertakan sarangan buat kukusan nya. Pas banget dari kemarin mau nyari dandang buat bikin cake kukus juga buat bikin nugget, yg di rumah dandangnya kekecilan..  Cuma loyang bulat ukuran 18 aja yang masuk, itupun kalau mau ngangkat pas mateng susyah banget.. Ceritanya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.. Jadi irit juga.. πŸ˜†

Setelah mantap mau beli Maxim selanjutnya survei harga... Liat di olshop untuk yg 7 liter harganya di kisaran 350-400rb an belum ongkir.  Tapi kok ragu mau beli pas lagi di Madiun.. Nanti pas barang datang saya nya masih belum pulang.. Akhirnya saya nunggu sampai pulang ke Banyuwangi.

Sampai di Banyuwangi saya kok ga langsung beli malah kepingin banget survei ke toko langganan saya soal harga presto Maxim ini (eaaa.. Emak-emak ya gini, survei harga sampe kemana2..πŸ˜‚)
Akhirnya saya sengajain mampir ke toko langganan sehabis jemput anak saya sekolah.
Nyampe sana langsung nanya-nanya soal presto dan dia juga nyaranin buat beli Maxim aja yang bagus.  Saya makin mantap buat belinya.. Hehehe..
Dia bukain dua kardus presto Maxim, satu 7 liter satu lagi yang 12 liter.
Kalau yang 7 liter mirip punya ibu saya dengan satu handle dengan diameter 24cm sedangkan yang 12 liter dengan dua handle dan diameter 30cm.  Keduanya sama-sama bisa buat ngukus.  Tapi kalau buat ngukus cake sama nugget lebih mantap yang 12 liter bisa muat loyang besar.  Karena pertimbangan kukusan yang besar akhirnya saya menimang yang 12 liter.



Dengan kukusan 

Ini tanpa kukusan

Soal harga.. Tenang pemirsa... Jauh lebih murah daripada di olshop.
Di toko langganan saya ini untuk ukuran 12 liter cuma kena 390rb jauh banget dari harga olshop yang nyentuh angka 500rb ke atas belum termasuk ongkir nya.
Sedangkan yang 7 liter kena 310rb, lebih murah 40rb dari harga olshop yg paling murah sekalipun dan ga pake ongkir juga.

Seneng??  Bangeettt dong... Akhirnya punya presto bagus dengan harga miring. Nyampe rumah langsung praktek ayam tulang lunak.. πŸ˜†πŸ˜†πŸ™ŒπŸ™Œ



Nugget again...

Okeh.. Kali ini saya mau bagi pengalaman bikin nugget ayam yang endang bambang gulindang.

Ceritanya.. Anak sulung saya sangat pemilih buat makanan, ga suka sayur, daging, tempe dan buah.  πŸ˜­
Coba bayangiinnn...  Mau makan apa anak eike semua ga doyan. Untungnya dia doyan yang namanya nugget.  
Pada bingung ya pasti, katanya anak saya ga suka daging tapi kok doyan nugget???  Hehehe... 
Anak sulung saya ini ga mau daging yang ga digiling.  Jadi harus digiling lalu diolah baru deh dia mau makan.  Itupun ngolahnya terbatas buat dibikin nugget atau patty burger dan wajib dikasih tepung panir.  Makanya emaknya kudu strong buat menuhin gizi Si Ganteng ku ini. πŸ˜„

Lanjut ya ke nugget... 
Untuk bikin nugget saya ga ragu-ragu lagi sama resep mbak Endang JTT.  Lihat resepnyadisini Resep ini asli enak pake banget.. Sudah saya recook berkali-kali. Dan anak saya doyan banget sama nugget dengan resep mbak Endang ini. 

Bahan utamanya ayam, saya pakai ayam potong bagian dada seberat 2 kg. Udah pesen sama ibu yang jual ayam biar sekalian dibuangin tulang-tulang nya sama disisihkan kulitnya.  Setelah tulang dan kulitnya dibuang jadinya cuma sekitar 1,5 kg.

http://www.justtryandtaste.com/2012/12/nugget-ayam-dengan-wortel-its-homemade.html?m=1


Selanjutnya daging ayam itu saya potong kecil-kecil dan saya blender pakai dry mill. Sebenarnya saya punya chopper tapi kalau cuma daging ayam saya lebih suka pakai dry mill, lebih cepat halus dan ga harus buka tutup chopper berkali-kali buat ngerapiin daging yang bertebaran di tutupnya. 

Setelah di blender, daging ayam saya campur dengan bahan-bahan yang lain,  cuma pas saya nyari mayones, entah nyelip kemana itu mayones. Akhirnya ga pake mayones deh.  Terus  kehabisan kecap ikan, saya ganti pakai saos tiram ( maksa banget). 
Setelah semua dicampur dan kukusan sudah mengepul, saya masukin adonan nugget ke dalam loyang yang sudah saya alas i dengan kertas roti. Saya pakai loyang ukuran 20x20.
Lalu masukkan  ke dalam kukusan, kukus sampai matang, tandanya kalau saya sih saat dipegang bagian atasnya udah membal dan keras.  
Setelah matang angkat dan diinginkan sampai bener-bener dingin biar ga remuk pas dipotong ( yang ini sudah pernah ngalamin πŸ˜…) Lalu potong sesuai selera.  Celupkan ke panir dan goreng deh...  Yummy... 
 Mau disimpan di kulkas juga bisa bangeettt..  Tinggal dipanir lalu masukkan ke freezer. Bisa tahan berbulan-bulan.  Tapi palingan ga nyampe 2 minggu juga udah habis.. Hehehe 

Dengan daging 1.5 kg bisa didapat sekitar 2,5kg nugget.  Banyak banget kan...  Bisa puas makannya. 
Kalau beli 500gr yang merk fi**** atau so g***  sekarang udah 40rb an ye..  Bisa bikin dompet nangis kalau harus beli sekilo buat seminggu, itu aja ga puas makannya.  
Kalau bikin sendiri2 anak suka, gizi terpenuhi, dompet aman...  πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ

Hai.. Selamat Datang Di WarnaWarni

Haii...  Selamat Datang di Warna-warni..
Jangan kaget ya kalau blog ini isinya random... Ga ada yg spesifik.. Maklum yah... Blog nya emak-emak beranak dua.  Jadi yang ditulis ya seputar kehidupan sehari-hari aja..hihihi
Kebetulan juga saya hidup nomaden alias berpindah-pindah mengikuti suami bekerja.  Banyak hal yang ingin saya bagi tentang wilayah yang sedang saya tinggali.

Semoga apa yang ditulis disini bermanfaat buat dunia per-emak-an di jagad maya ini.. Bukan sebaliknya malah bikin eneg

yang  baca.. Hihihi...

Ok lah kalau begitu.. Selamat membaca...^_^